Tanda Baca (Tugas bahasa indonesia)
Tugas Bahasa Indonesia
Kiki Rizqi Ananda
Administrasi Bisnis A
Soal
1. Sebutkan pemakaian tanda baca titik (.)!
2. Jelaskan perbedaan penggunaan titik koma(;) dan titik dua (:)
3. Rangkaian temuan ini --- evolusi,teori kenisbian dan kini juga pembelahan atom--- telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Jelaskan salah satu kegunaan tanda baca pisah berdasarkan contoh diatas.!
4. Berdasarkan taraf intergarsinya,unsur serapan dalam bahasa indonesia dapat dibagi menjadi 2 kelompok besar. Sebutkan dan jelaskan.!
5. Berikan contoh unsur serapan yang sudah lazim dieja sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia tidak perlu diubah lagi.!
Jawaban
1. Pemakaian tanda baca titik, yaitu:
1) Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
2) Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar.
3) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu.
4) Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu.
5) Tanda titik dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, dan tempat terbit.
6) Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah.
7) Tanda titik dipakai pada penulisan singkatan.
2. Tanda titik koma (;) yaitu:
1) Tanda titik koma dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk setara.
2) Tanda titik koma digunakan untuk mengakhiri pernyataan perincian dalam kalimat yang berupa frasa atau kelompok kata.
3) Tanda titik koma digunakan untuk memisahkan dua kalimat setara atau lebih apabila unsur-unsur setiap bagian itu dipisah oleh tanda baca dan kata hubung.
Sedangkan tanda titik dua (:) yaitu:
1) Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian.
2) Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
3) Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
4) Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.
3. Tanda pisah berdasarkan contoh tersebut dipakai untuk menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas.
4. Berdasarkan taraf integrasinya, unsur serapan dalam bahasa Indonesia dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, unsur asing yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia, seperti reshuffle, shuttle cock, dan de l'homme par l'homme. Unsur-unsur itu dipakai dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi cara pengucapan dan penulisannya masih mengikuti cara asing. Kedua, unsur asing yang penulisan dan pengucapannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Dalam hal itu, diusahakan ejaannya disesuaikan dengan Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga agar bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan bentuk asalnya.
5. Misalnya: bengkel, kabar, nalar, paham, perlu, sirsak
Ayah mencuci motor di bengkel
Komentar
Posting Komentar